Jika hidup penuh warna
Manakah yang mengisi hidupku
Jika jingga warnai mentari
Biru mewarnai langit
Dan putih membuat bulan dan bintang bersinar
Yang manakah warnai hariku
Aku bukan mentari
Aku juga bukan langit, bulan, dan bintang
Aku tahu hidup tak hanya berisi satu warna
Tak hanya warna cerah yang ada
Namun ada kelabu dan kelam terlukis
Ketika cerah terlukis, terang menyinari
Bagai bermain di taman bunga
Dengan warna-warni kupu-kupu menghiasi
Ketika kelabu tertuang, kosong pun datang
Bagai sembunyi dalam kotak sempit
Yang temaram di sudut gudang tak terjamah
Aku hanya seonggok tulang berjalan
Semua warna pasti melukis diriku
Tak bisa menghindar
Tak bisa mengelak
Hanya mampu melangkah
Dengan warna yang tertuang adanya