Senin, 28 November 2011

Open Your Heart

Everytime i see your face
Your smile
Your laugh
Always and always
Makes the difference heartbeat

You never know what it is
When will you realize?
Don't you see me here?
Could you open your heart?

Learn from the past
You've must go on
Life didn't stop there
Please, open your heart

Looks around
Look at me !
Open your heart, please

Minggu, 13 November 2011

SSC Part 3

Tiga bulan kemudian...


Kompetisi basket antarSMA se-DKI Jakarta berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan. Navy sangat antusias untuk menyaksikan acara yang digelar meriah setiap tahunnya ini, terlebih pacar yang sangat diidam-idamkannya akan bertanding hari ini. Tak lupa Navy mengajak sahabat tersayangnya, Echa untuk ikut bersamanya. Karena sudah sejak sebulan yang lalu, tepatnya awal Navy mengakhiri masa jomblonya, dia sudah berjanji pada Echa untuk mengenalkan pacarnya ke dia.

"Aduh rame banget nih Nav, kita duduk dimana yaaa?" ucap Echa setengah berteriak karena suasana arena yang ramai sekali, sambil celingukan mencari kursi kosong untuknya dan Navy.

"Hmm, tenang Cha. Aku udah booking tempat kok untuk kita dari kemarin. Hehehe. Tuh disana !" jawab Navy dengan nyengir kudanya sambil menunjuk ke arah bangku yang berada sangat strategis untuk menyaksikan pertandingan hari itu.

Pertandingan basket pun dimulai, kedua tim mulai memasuki lapangan. Hari ini akan bertanding SMA Kencana melawan SMA Pelita Jaya, begitulah ucapan komentator yang terdengar oleh Echa. Suara riuh sorak-sorai penonton menambah semangat acara pertandingan yang akan berlangsung.

Betapa kagetnya Echa saat melihat lelaki idamannya yang selalu bermain basket di lapangan taman komplek rumahnya, yang sudah 6 bulan ini dia amati melalui sudut bangku taman di taman itu, kini memasuki arena pertandingan basket yang akan dia tonton.

Echa mengamati dengan seksama pertandingan basket itu terutama memperhatikan gerak permainan lelaki idamannya seperti yang ia lakukan setiap sore selama 6 bulan ini di taman komplek rumahnya. Tanpa menghiraukan celotehan sahabatnya yang sedang kasmaran disebelahnya.

Tak terasa sudah 4 kuarter dan pertandingan pun usai. Echa segera tersadar dari tatapan terpakunya ketika lelaki idamannya sudah pergi berjalan memasuki backstage lapangan tersebut. Echa pun menoleh pada Navy yang tampak terlihat lelah, sepertinya dia kehabisan tenaga karena selama pertandingan Navy terlalu bersemangat menyemangati pacarnya yang sedang bermain.

"Cha, yuk aku kenalin sama pacarku. Dia masih di backstage kok katanya, sekalian nyelamatin kemenangan dia. hehehehe" ajak Navy sambil menarik tangan sahabatnya dengan senyum sumringah diakhir ajakannya.

Mereka pun berjalan menuju backstage dan terhenti pada salah satu pintu ruangan yang masih tertutup rapat. Dan mereka berdua memutuskan untuk menunggu diluar ruangan tersebut saja, karena kemungkinan tim basket yang ada didalam ruangan tersebut sedang melakukan briefing.

Echa lebih memilih duduk di bangku coklat yang berada disamping pintu ruangan tersebut, sambil menatap layar hpnya dan menekan-nekan tombol seadanya, yang sangat menyiratkan bahwa dia bosan menunggu. Sedangkan Navy lebih memilih berdiri bersandar pada dinding yang menghadap langsung kearah pintu ruangan tersebut.

Tak lama kemudian, semua pemain tim basket SMA Kencana keluar dari ruangan tersebut namun pria yang ditunggu-tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya. Setelah sekitar 10 menit dari keluarnya semua pemain tadi, barulah sang kapten tim basket SMA Kencana keluar dari ruangan tersebut dan langsung disambut senyuman, ucapan selamat, dan pelukan hangat dari kekasihnya, Navy, yang sedari tadi menunggunya diluar ruangan tersebut.

Echa yang masih sibuk dengan hpnya, tidak menyadari bahwa orang daritadi mereka tunggu sudah datang. Sampai akhirnya suara Navy memecah kesibukannya akan hpnya. Dan menoleh kearah Navy sembari mengantongkan kembali hpnya di saku jeansnya.

"Nih Cha, kenalin pacarku Carvell Mediantama tapi biasa dipanggil Avel, Kapten tim basket SMA Kencana. Yang udah sejak 3 bulan lalu aku ceritain sama kamu terus itu Cha hehehe." ucap Navy pada Echa dengan bangganya dan senyuman termanisnya. Dan kemudian Navy memperkenalkan sahabatnya pada Avel.

"Nah sayang, ini sahabat aku dari kecil, Carressa Hadiwinata tapi biasa dipanggil Echa, dia satu sekolah sama aku tapi kayaknya sekomplek sama kamu deh. Dia baru 6 bulan yang lalu balik lagi ke Indonesia, setelah namatin SMPnya di Perancis. Tapi sebelumnya dia sempat di Indonesia dari lahir sampai kelas 3 SD, makanya aku udah kenal banget Echa dari dulu." ucap Navy menjelaskan tentang sahabatnya ke pacar tersayangnya.

"Hai, aku Avel." ucap Avel singkat dengan senyumannya yang mempesona sambil menjulurkan tangannya.

"Hai juga, aku Echa." ucap Echa masih agak shock melihat kenyataan ini dengan senyuman yang berusaha sekuat tenaga ia lakukan sambil menjabat juluran tangan Avel, tangan yang selama ini ia dambakan untuk digenggam.

to be continued...

Selasa, 08 November 2011

Birokrasi

Hari ini saya baru melakukan pembuatan sim A baru. Biasa dengan sistem yang sudah menjadi kebiasaan di Indonesia, yang dikenal dengan cara 'nembak'. Karena biasanya dengan ngikutin prosedur yang legal, agak susah lulusnya atau sering ga lulus.

Alurnya :
1. Saya ketemu orang yang bantuin ngurusin
2. Disuruh nunggu, setelah ngasih fotokopi ktp 5x dan uang Rp 650.000
3. Disuruh ngikutin masuk ke dalam (yaa biasa mau ujian kali (seharusnya))
4. Disuruh nunggu lagi
5. Dipanggil trus ujian tulis dengan 30 soal dan saya hanya menjawab 13 soal benar dan 17 soal salah. (Anda tidak lulus)
6. Seharusnya sih kayak yang dalam kurung itu, tapi yaa namanya juga birokrasi di Indonesia. Udah bayar mahal ga mungkin dong kalo ga lulus
7. Selanjutnya, saya disuruh menunggu lagi. Wow udah berapa kali ya tinggal nunggu aj gitu
8. Dipanggil di loket trus dikasih slipnya banyak gitu deh (tulisannya: udah lulus semua baik praktek maupun tulis, padahal ujian tulis aja ga lulus trus ujian praktek aj kaga)
9. Masuk loket buat foto, tanda tangan, dan sidik jari
10. Nunggu di loket 30 (loket akhir buat dipanggil ambil sim)
11. SIM pun jadi !!!!

It's so simple, Indonesia makes anything can be possible !
Birokrasi is just the name.
Just because of money, everything is alright.
So, goodluck to try it !

Senin, 07 November 2011

Takdir

Semua yang terjadi sudah suratan
Suratan takdir Ilahi
Yang tak satu pun orang tahu 


Sedih senang
Canda tawa
Suka duka
Apapun antonim dari tiap kata
Pasti memiliki maknanya


Setiap insan di dunia pasti mempunyai suratannya masing-masing
Kita mungkin merasa memilih suratan takdir itu
Tapi sesungguhnya kita hanya menjalani dari pilihan yang ada
Seolah itu semua hanya rangkaian hiasan kehidupan
Ada tidaknya pilihan itu, kehidupan masih tetap berjalan


Kehidupan itu takdir
Takdir itu membingungkan juga 
Aneh
Kadang bisa membuat tersenyum ataupun menangis sendiri


Takdir yang tak tahu kapan kan berakhir
Tak tahu juga apa kematian akan mengakhirinya
Itulah takdir

Jumat, 04 November 2011

SSC Part 2

Di ruangan bernuansa pink-maroon dengan satu sisi dindingnya bertempelkan wallpaper bergambar eiffel tower dan sisi dinding sebrangnya berhiaskan foto dirinya yang berukuran cukup besar. Serta banyak sekali teddy-bear dengan berbagai macam warna dan motif bajuya tersusun rapi didalam sebuah lemari putih yang berada pada sudut ruangan tersebut. Ruangan ini sangat mengesakan girly-nya sang pemilik ruangan indah ini.

Diatas sebuah tempat tidur yang bernuansakan white-pink, nampak dua orang gadis dengan tawanya yang riang menikmati sore hari dengan obrolan renyah khas remaja masa kini. Sesekali Echa nampak memain-mainkan rambut ikalnya yang dibiarkannya tergerai begitu saja. Sedangkan Navy sibuk menggoyangkan jemarinya membolak-balikkan halaman majalah fashion remaja terkini, sembari sesekali menunjukkan jariya jikalau ia melihat dress yang menarik perhatiannya.

Echa memulai menarik Navy ke topik pembicaraan disaat Navy mengajaknya untuk curhat dan mengharuskannya meninggalkan taman impiannya, meninggalkan pemandangan lelaki dambaannya.

"Vy, tadi katanya mau curhat. Mau curhat apa sih? Tadi nariknya ga santai gitu hahaha" tanya Echa menelisik seperti polisi menginterogasi tawanannya.

"Hehehe.. gini Cha. Heemmm.. Gimana yaaa? Bingung nih mau mulai darimana?" ucap Navy grogi sembari menggaruk-garukkan tangan ke kepalanya yang padahal tampak tak gatal sama sekali.

"Gausah canggung gitulah, Vy. Kayak baru kenal aja. Kita kan udah temenan dari SD, masih malu-malu aja kayak gitu mau curhat doang. Hahahahahahaa" ucap Echa diiringi dengan tawanya yang berusaha mencairkan kekakuan suasana dan mengembalikan ke suasana santai sebelum dimulainya topik menggrogikan ini.

"Hmm.. sebenarnya aku mau cerita tentang seorang cowok. Ganteeeeeeennnnggg banget aaahh pokoknya idaman wanita gitu deh, Cha" cerita Navy sembari menyunggingkan senyuman tersipu-sipu dengan sesekali mengumbarkan tawa dan teriakan histeris genitnya.

"Ciyeee Navy siapa tuh? Ketemu dimana? Waaah ga ngenal-ngenalin nih yaaa Vy ckckck" goda Echa dengan sedikit senggolan pada lengan Navy yang kuning langsat.

"Dia kapten basket SMA Kencana. Itu loh Cha, SMA yang beda 2 gang sama sekolah kita. Ya ampun Cha kalo kamu lihat sendiri pasti kamu klepek-klepek deh. Apalagi pas dia ng-shoot 3 point, Cool ! Kamu sih gaikutan waktu turnamen basket sabtu kemarin. Nyesel kan ga liat dia deh ! Haha" Navy bercerita antusias penuh semangat yang membara.

"Haha maaf, Vy. oalnya mendadak aku harus jemput Papaku yang baru balik dari Aussie. Kan kamu tahu sendiri, dari dulu aku tinggal sama Mama sampai akhirnya Mama mutusin balik ke Paris dan ngajak aku trus aku sempet di Paris selama SMP. Dan sejak aku balik ke Indonesia, Papa malah lagi dinas di Aussie. Jadi pas tahu Papa ke Indonesia ya aku sempetin jemput dan bela-belain ga jadi ikutan nonton turnamen deh." cerita singkat Echa mengenai kisah hidupnya.

"Oh gitu, Cha. Pantesan kamu dadakan banget ngebatalinnya. Wah ada oleh-oleh dong nih buat aku dari Om Ben. Hehehe" tanya Navy sembari mengerdipkan kedua matanya manja.

"Of course ! For my dearest bestfriend. Papa-Mamaku kan udah hafal banget sama kamu, apalagi warna kesukaanmu yang kayak warna janda itu. Hahahhahahaaha. Udah kayak anak sendiri deh kamu di keluargaku." jelas Echa diakhiri dengan pelukannya pada sahabatnya tersayang itu.

to be continued...

Kamis, 03 November 2011

SSC Part 1

"Carressa !!!!!" pekik seseorang dari kejauhan yang membuat Echa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indahnya. Nampak dari kejauhan gadis berkacamata dengan rambut sebahu yang diikat kuda melambai-lambaikan tangannya, seraya berjalan menuju kearahnya.

"Ada apa sih, Vy?" tanya Echa dengan tampang kesal karena harus mengalihkan pandangannya ketika Navy tiba dihadapannya.

Navy cemberut ketika tahu sahabatnya sepertinya merasa terganggu akan kehadirannya disana. "Ga apa-apa, aku kan mau curhat Cha. Aku nyari kamu dari tadi di sekolah. Pulang sekolah malah langsung ng-loyor aja kamunya."

"Oh ga apa-apa, aku lagi cari udara seger sekalian pemandangan indah menyegarkan mata hehehe" tawa Echa seraya berdiri dari tempat ia terduduk manis 15 menit yang lalu. Kemudian Echa pun mengajak Navy untuk segera mengikutinya pulang ke rumahnya, agar Navy dapat lebih leluasa untuk curhat dengannya.

Sebelum ia berjalan pulang, Echa menyempatkan melirik terakhir kalinya ke arah pemandangan indahnya. Sambil tersenyum dan berjanji dalam hati bahwa ia akan selalu ada disana setiap lelaki pujaannya berlatih basket di taman itu. Seakan-akan itu adalah tempat taman impiannya.

to be continued...