Jumat, 30 Desember 2011

Sebuah Arti

Malu.

Ya hanya itu yang terpikir olehku saat ini.

Setelah sejak siang membaca sebuah artikel pada salah satu blog yang direkomendasikan salah satu teman kuliahku. Artikel itu lumayan panjang dan mungkin jika dilihat sekilas hanya akan meredupkan hasrat untuk membacanya. Namun, menurut temanku cerita artikel ini sangat menyentuh maka aku pun mulai membacanya saat itu juga. Terlebih cerita ini based on true story.

Berikut ini adalah link blog artikel tersebut:

http://christinamariapanjaitan.wordpress.com/

Tak hentinya airmata menetes membasahi pipiku di kala membaca artikel tersebut. Kisah cinta yang menyedihkan namun penuh hikmah. Begitu banyak pesan yang ditinggalkan dalam artikel tersebut, baik itu tersurat maupun tersirat. Perjalanan cinta yang tragis, namun serta merta menjelaskan perjuangan salah satu melanjutkan kehidupan. Kenangan tetap kenangan.

Beberapa kutipan quotes yang menurutku layak untuk diingat:

“Hidup yang tidak diuji, tidak layak untuk dijalani” -Socrates


“Love can not be removed, but it can be substituted”


Setelah selesai baca artikel tadi, aku mulai berpikir. Layakkah untuk galau? Pantaskah mengharapkan cinta yang diinginkan begitu mendalam? Bahkan pasangan yang terlihat begitu serasi dan bahagia pun dapat terpisahkan. Kehilangan.


Aku merasa tak pantas menangis, menitikkan airmata demi cinta yang semu. Rasanya ingin ku tertunduk malu, menenggelamkan kepala dibawah cahaya rembulan. Aku tak sebanding denganmu yang mampu terus berjuang melanjutkan hidup sepeninggalnya. Aku hanya manusia yang penuh ingin. Terlalu terobsesi akan cinta, sedangkan hadirnya tak kunjung tiba. Mungkin aku dapat belajar dengan memahami kata-kata filosofismu. Meskipun keyakinan kita berbeda, namun kita tetap sama yaitu meyakini adanya Tuhan. Hidup itu memang penuh perbedaan. Tuhan menciptakan perbedaan agar hidup semakin indah dan penuh warna.


Mungkin mulai saat ini aku harus bisa menjadi wanita yang kuat. Walaupun tak memungkiri bahwa manusia itu lemah dan bisa mencapai titik terendahnya. Karena disanalah kekuatan Tuhan yang segalanya. Dan satu hal yang harus aku yakini "Tuhan menciptakan makhluknya berpasang-pasangan." Maka seharusnya aku tak perlu khawatir akan hal itu, karena sesungguhnya tak selalu yang kita inginkan itulah yang dibutuhkan. Namun yakinlah dibalik sesuatu hal kelam ada sesuatu hal yang indah menanti.


Sepenggal puisi untuknya yang mungkin tak ia tahu apalagi membacanya,


Aku dan kamu memang selalu bersama
Berbagi dalam suka maupun duka
Rasa-rasa yang begitu melimpah namun ternyata tak setara cinta
Derajat cinta begitu agung, hingga tak sampai ku mampu tuk membawanya
Kehadiranmu sungguhlah anugerah
Tak mungkin ku menampikkan hadirmu
Kau banyak memberi arti di hidupku
Ajarkanku dalam cahaya tuk jauhkanku dari kegelapan
Walaupun terkadang tak sadar kau menyayat hati
Perlahan sayatan itu mendalam namun selalu ku tepis dengan asaku
Kau memang tak pernah tahu
Dalam ketidaktahuanmu, kau tak sadar akan sebuah arti
Dariku untukmu...

Selasa, 27 Desember 2011

Menunggu

Tak banyak yang akan sanggup menunggu
Menunggu kepastian yang tak pasti
Atau mungkin sebenarnya kepastian itu ada
Tapi tak banyak yang mau menerima kepastian yang ada
Karena adanya tak sesuai harapan

Memilih untuk menunggu
Menunggu kepastian yang diharapkan
Entah sampai kapan kan bertahan
Bertahan dengan keadaan kepastian yang ada
Mencoba berharap merubah kepastian

Mungkinkah semua kan terjadi
Kepastian yang diharapkan menjadi nyata
Jikalah itu tak jua nyata
Lantas apakah daya bertahan
Bertahan menunggu kepastian yang diharapkan

Kekuatan apa yang mampu membuat manusia itu bertahan
Bertahan menunggu sesuatu yang tak kunjung datang
Suatu kepastian yang jelas nyatanya
Namun mencoba tuk ditampikkan begitu saja
Berharap berubah menjadi yang diharapkan

Inikah sayang? Inikah cinta? Atau mungkin obsesi?
Sayang karena keperawakannya dan tingkah lakunya
Cinta karena sayang dan sifat serta tabiat kesehariannya
Obsesi karena sayang dan cinta yang memuncak tuk memiliki
Apakah ini?

Till now, it's never been change
Hopes you know

Sabtu, 24 Desember 2011

SSC Part 4

2 tahun kemudian, saat kelulusan SMA...


Riuh suasana yang nampak di lapangan Mulia Pertiwi International School dengan dipadati anak-anak berseragamkan putih-abu yang terlihat cemas menunggu pengumuman perjuangan ujian 3 hari yang mereka tempuh demi menentukan nasib 3 tahun mereka belajar selama ini.

Tak terkecuali dengan Echa dan Navy yang terlihat saling bergenggaman tangan dan menundukkan kepala mereka masing-masing dengan mulut yang tak henti-hentinya berkomat-kamit mengucapkan doa-doa demi kelulusan mereka.

Kepala sekolah pun memulai langkahnya menaiki podium yang berada di depan tiang bendera dan mengeluarkan secarik kertas dari sakunya. Kemudian pengumuman mulai dibacakan dan anak-anak nampak tenang dan khidmat mendengarkan pengumuman tersebut. Hingga sampai pada saat kepala sekolah berkata: "Kalian semua dinyatakan lulus dan sekolah kita mendapat predikat lulus 100% !".

Teriakan, jeritan, dan histeris para siswa pun meledak ketika kalimat tersebut dilantunkan oleh kepala sekolah. Tawa bahagia yang merekah dan tangis haru pun tak terelakkan menyatu menjadi satu di tengah lapangan yang luas tersebut.

Echa dan Navy pun melompat kegirangan menyambut kelulusan mereka yang telah lama mereka nantikan. Mereka pun berencana untuk membuat perayaan bersama kecil-kecilan untuk mensyukuri kelulusan mereka. Perayaan tersebut rencananya akan diadakan di taman belakang rumah Echa yang comfort sekali untuk mengadakan garden party atau sekadar BBQ-an.

Taman belakang rumah Echa...


"Navy !!!!" panggil Echa saat ia melihat kehadiran sosok sahabatnya dari dalam rumahnya dan menuju ke taman belakang rumah Echa tersebut.

Echa telah menyiapkan piknik manis untuk mereka berdua. Taman belakang rumah Echa pun telah disulap menjadi cantik sekali dengan hiasan-hiasan yang melekat pada pepohonan di sekitar mereka dan lilin-lilin yang mengambang di kolam renang dan jalan setapak menuju tempat alas duduk piknik mereka yang bermotifkan kain batik khas lampung yang terdapat gambar gajah-gajah kecil di pinggiran kain tersebut.

"Waaahh Cha, cantik banget taman belakang rumahmu disulap indah gini." ucap Navy seraya mengagumi keindahan keadaan disekelilingnya.

"Hehehe. Iya nih tadi dibantuin Pak Maman sama Bi Inah ngehias taman ini. Kreatif juga ya mereka, ga perlu pake EO segala deh jadinya wehehehe" ucap Echa sambil menggaruk-garuk kepalanya speechless.

"Lebay amat. Orang cuma perayaan buat kita berdua doang, masa iya pake EO segala, Cha..Cha.. ada-ada aja nih." ucap Navy seraya diakhiri dengan gelak tawa mereka.

Mereka pun mulai melakukan aktivitas BBQ-annya. Karena suasana nampak sepi maka BBQ-an mereka pun dibantu dengan Bi Inah yang sudah sibuk membolak-balik daging di panggangan. Sedangkan Pak Maman tidak dapat ikut serta karena setelah mendekorasi taman tersebut tadi sore, ia langsung pergi ke kantor ayahnya Echa karena sudah jadwalnya dijemput dan ternyata harus mengantar ayahnya Echa ke sebuah restoran untuk meeting dengan klien. Alhasil cuma mereka bertiga yang hadir di acara dadakan tersebut.

to be continued...

Sabtu, 03 Desember 2011

MoNo Apparel #1

The Best Quality Indonesian's University Apparel 
Our Products per Categories:

SWEATSHIRTS
Classic Misty Grey Blue Print


Price: 150.000 IDR

Classic Misty Grey Red Print


Price: 150.000 IDR

Authentic Blue Embroidery Applique Graphics


Price: 175.000 IDR

Authentic Red Embroidery Applique Graphics


Price: 175.000 IDR

SHIRTS
Classic Black Polo


Price: 85.000 IDR

Original Raglan Blue


Price: 80.000 IDR

Original Raglan Red


Price: 80.000 IDR

Authentic Black Foil


Price: 80.000 IDR

JACKETS
Classic Grey


Price: 165.000 IDR

STICKERS
Contemporary Sticker


Price: 7..000 IDR (S) 15.000 (L)

PIN
Authentic Black Pin


Price: 7.500 IDR
Special Price: 10.000 IDR for 2 pieces

Contact us at:
(0274)-9-6666(MONO)-01
or
apparel.mono@gmail.com

For further more information, please visit our website:
www.mono-apparel.com

Jumat, 02 Desember 2011

Sampai Disini

Mungkin ini yang namanya suratan
Takdir atau garis jalan Tuhan
Hidup manusia tak ada yang tahu
kecuali sang Pencipta
Senyumanmu, Tatapanmu
Hiasi hari-hariku
Keindahan hatimu membuatku terkagum
Kehadiranmu selalu kudambakan
Andai kau milikku
Namun biarlah kusimpan dalam mimpi
Segala penantian
Perjuanganku
Mempertahankan keadaan yang menyakitkan
Mencoba melawan semua
Namun ternyata memang tak bisa
Kau selalu begitu
Sampai kapankah ku tak pernah tahu
Andai dan selalu hanya pengandaian
Lelah tuk terus teteskan airmata
Lelah tuk mencoba kuat
Lelah tuk tutupi kesungguhan
Mungkin biarlah ini hanya terpendam
Disini (hati) akan selalu terukir
Meskipun kau tak tahu
Ku cukupkan sampai disini
Yaa.. Sudah sampai disini

Senin, 28 November 2011

Open Your Heart

Everytime i see your face
Your smile
Your laugh
Always and always
Makes the difference heartbeat

You never know what it is
When will you realize?
Don't you see me here?
Could you open your heart?

Learn from the past
You've must go on
Life didn't stop there
Please, open your heart

Looks around
Look at me !
Open your heart, please

Minggu, 13 November 2011

SSC Part 3

Tiga bulan kemudian...


Kompetisi basket antarSMA se-DKI Jakarta berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan. Navy sangat antusias untuk menyaksikan acara yang digelar meriah setiap tahunnya ini, terlebih pacar yang sangat diidam-idamkannya akan bertanding hari ini. Tak lupa Navy mengajak sahabat tersayangnya, Echa untuk ikut bersamanya. Karena sudah sejak sebulan yang lalu, tepatnya awal Navy mengakhiri masa jomblonya, dia sudah berjanji pada Echa untuk mengenalkan pacarnya ke dia.

"Aduh rame banget nih Nav, kita duduk dimana yaaa?" ucap Echa setengah berteriak karena suasana arena yang ramai sekali, sambil celingukan mencari kursi kosong untuknya dan Navy.

"Hmm, tenang Cha. Aku udah booking tempat kok untuk kita dari kemarin. Hehehe. Tuh disana !" jawab Navy dengan nyengir kudanya sambil menunjuk ke arah bangku yang berada sangat strategis untuk menyaksikan pertandingan hari itu.

Pertandingan basket pun dimulai, kedua tim mulai memasuki lapangan. Hari ini akan bertanding SMA Kencana melawan SMA Pelita Jaya, begitulah ucapan komentator yang terdengar oleh Echa. Suara riuh sorak-sorai penonton menambah semangat acara pertandingan yang akan berlangsung.

Betapa kagetnya Echa saat melihat lelaki idamannya yang selalu bermain basket di lapangan taman komplek rumahnya, yang sudah 6 bulan ini dia amati melalui sudut bangku taman di taman itu, kini memasuki arena pertandingan basket yang akan dia tonton.

Echa mengamati dengan seksama pertandingan basket itu terutama memperhatikan gerak permainan lelaki idamannya seperti yang ia lakukan setiap sore selama 6 bulan ini di taman komplek rumahnya. Tanpa menghiraukan celotehan sahabatnya yang sedang kasmaran disebelahnya.

Tak terasa sudah 4 kuarter dan pertandingan pun usai. Echa segera tersadar dari tatapan terpakunya ketika lelaki idamannya sudah pergi berjalan memasuki backstage lapangan tersebut. Echa pun menoleh pada Navy yang tampak terlihat lelah, sepertinya dia kehabisan tenaga karena selama pertandingan Navy terlalu bersemangat menyemangati pacarnya yang sedang bermain.

"Cha, yuk aku kenalin sama pacarku. Dia masih di backstage kok katanya, sekalian nyelamatin kemenangan dia. hehehehe" ajak Navy sambil menarik tangan sahabatnya dengan senyum sumringah diakhir ajakannya.

Mereka pun berjalan menuju backstage dan terhenti pada salah satu pintu ruangan yang masih tertutup rapat. Dan mereka berdua memutuskan untuk menunggu diluar ruangan tersebut saja, karena kemungkinan tim basket yang ada didalam ruangan tersebut sedang melakukan briefing.

Echa lebih memilih duduk di bangku coklat yang berada disamping pintu ruangan tersebut, sambil menatap layar hpnya dan menekan-nekan tombol seadanya, yang sangat menyiratkan bahwa dia bosan menunggu. Sedangkan Navy lebih memilih berdiri bersandar pada dinding yang menghadap langsung kearah pintu ruangan tersebut.

Tak lama kemudian, semua pemain tim basket SMA Kencana keluar dari ruangan tersebut namun pria yang ditunggu-tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya. Setelah sekitar 10 menit dari keluarnya semua pemain tadi, barulah sang kapten tim basket SMA Kencana keluar dari ruangan tersebut dan langsung disambut senyuman, ucapan selamat, dan pelukan hangat dari kekasihnya, Navy, yang sedari tadi menunggunya diluar ruangan tersebut.

Echa yang masih sibuk dengan hpnya, tidak menyadari bahwa orang daritadi mereka tunggu sudah datang. Sampai akhirnya suara Navy memecah kesibukannya akan hpnya. Dan menoleh kearah Navy sembari mengantongkan kembali hpnya di saku jeansnya.

"Nih Cha, kenalin pacarku Carvell Mediantama tapi biasa dipanggil Avel, Kapten tim basket SMA Kencana. Yang udah sejak 3 bulan lalu aku ceritain sama kamu terus itu Cha hehehe." ucap Navy pada Echa dengan bangganya dan senyuman termanisnya. Dan kemudian Navy memperkenalkan sahabatnya pada Avel.

"Nah sayang, ini sahabat aku dari kecil, Carressa Hadiwinata tapi biasa dipanggil Echa, dia satu sekolah sama aku tapi kayaknya sekomplek sama kamu deh. Dia baru 6 bulan yang lalu balik lagi ke Indonesia, setelah namatin SMPnya di Perancis. Tapi sebelumnya dia sempat di Indonesia dari lahir sampai kelas 3 SD, makanya aku udah kenal banget Echa dari dulu." ucap Navy menjelaskan tentang sahabatnya ke pacar tersayangnya.

"Hai, aku Avel." ucap Avel singkat dengan senyumannya yang mempesona sambil menjulurkan tangannya.

"Hai juga, aku Echa." ucap Echa masih agak shock melihat kenyataan ini dengan senyuman yang berusaha sekuat tenaga ia lakukan sambil menjabat juluran tangan Avel, tangan yang selama ini ia dambakan untuk digenggam.

to be continued...

Selasa, 08 November 2011

Birokrasi

Hari ini saya baru melakukan pembuatan sim A baru. Biasa dengan sistem yang sudah menjadi kebiasaan di Indonesia, yang dikenal dengan cara 'nembak'. Karena biasanya dengan ngikutin prosedur yang legal, agak susah lulusnya atau sering ga lulus.

Alurnya :
1. Saya ketemu orang yang bantuin ngurusin
2. Disuruh nunggu, setelah ngasih fotokopi ktp 5x dan uang Rp 650.000
3. Disuruh ngikutin masuk ke dalam (yaa biasa mau ujian kali (seharusnya))
4. Disuruh nunggu lagi
5. Dipanggil trus ujian tulis dengan 30 soal dan saya hanya menjawab 13 soal benar dan 17 soal salah. (Anda tidak lulus)
6. Seharusnya sih kayak yang dalam kurung itu, tapi yaa namanya juga birokrasi di Indonesia. Udah bayar mahal ga mungkin dong kalo ga lulus
7. Selanjutnya, saya disuruh menunggu lagi. Wow udah berapa kali ya tinggal nunggu aj gitu
8. Dipanggil di loket trus dikasih slipnya banyak gitu deh (tulisannya: udah lulus semua baik praktek maupun tulis, padahal ujian tulis aja ga lulus trus ujian praktek aj kaga)
9. Masuk loket buat foto, tanda tangan, dan sidik jari
10. Nunggu di loket 30 (loket akhir buat dipanggil ambil sim)
11. SIM pun jadi !!!!

It's so simple, Indonesia makes anything can be possible !
Birokrasi is just the name.
Just because of money, everything is alright.
So, goodluck to try it !

Senin, 07 November 2011

Takdir

Semua yang terjadi sudah suratan
Suratan takdir Ilahi
Yang tak satu pun orang tahu 


Sedih senang
Canda tawa
Suka duka
Apapun antonim dari tiap kata
Pasti memiliki maknanya


Setiap insan di dunia pasti mempunyai suratannya masing-masing
Kita mungkin merasa memilih suratan takdir itu
Tapi sesungguhnya kita hanya menjalani dari pilihan yang ada
Seolah itu semua hanya rangkaian hiasan kehidupan
Ada tidaknya pilihan itu, kehidupan masih tetap berjalan


Kehidupan itu takdir
Takdir itu membingungkan juga 
Aneh
Kadang bisa membuat tersenyum ataupun menangis sendiri


Takdir yang tak tahu kapan kan berakhir
Tak tahu juga apa kematian akan mengakhirinya
Itulah takdir

Jumat, 04 November 2011

SSC Part 2

Di ruangan bernuansa pink-maroon dengan satu sisi dindingnya bertempelkan wallpaper bergambar eiffel tower dan sisi dinding sebrangnya berhiaskan foto dirinya yang berukuran cukup besar. Serta banyak sekali teddy-bear dengan berbagai macam warna dan motif bajuya tersusun rapi didalam sebuah lemari putih yang berada pada sudut ruangan tersebut. Ruangan ini sangat mengesakan girly-nya sang pemilik ruangan indah ini.

Diatas sebuah tempat tidur yang bernuansakan white-pink, nampak dua orang gadis dengan tawanya yang riang menikmati sore hari dengan obrolan renyah khas remaja masa kini. Sesekali Echa nampak memain-mainkan rambut ikalnya yang dibiarkannya tergerai begitu saja. Sedangkan Navy sibuk menggoyangkan jemarinya membolak-balikkan halaman majalah fashion remaja terkini, sembari sesekali menunjukkan jariya jikalau ia melihat dress yang menarik perhatiannya.

Echa memulai menarik Navy ke topik pembicaraan disaat Navy mengajaknya untuk curhat dan mengharuskannya meninggalkan taman impiannya, meninggalkan pemandangan lelaki dambaannya.

"Vy, tadi katanya mau curhat. Mau curhat apa sih? Tadi nariknya ga santai gitu hahaha" tanya Echa menelisik seperti polisi menginterogasi tawanannya.

"Hehehe.. gini Cha. Heemmm.. Gimana yaaa? Bingung nih mau mulai darimana?" ucap Navy grogi sembari menggaruk-garukkan tangan ke kepalanya yang padahal tampak tak gatal sama sekali.

"Gausah canggung gitulah, Vy. Kayak baru kenal aja. Kita kan udah temenan dari SD, masih malu-malu aja kayak gitu mau curhat doang. Hahahahahahaa" ucap Echa diiringi dengan tawanya yang berusaha mencairkan kekakuan suasana dan mengembalikan ke suasana santai sebelum dimulainya topik menggrogikan ini.

"Hmm.. sebenarnya aku mau cerita tentang seorang cowok. Ganteeeeeeennnnggg banget aaahh pokoknya idaman wanita gitu deh, Cha" cerita Navy sembari menyunggingkan senyuman tersipu-sipu dengan sesekali mengumbarkan tawa dan teriakan histeris genitnya.

"Ciyeee Navy siapa tuh? Ketemu dimana? Waaah ga ngenal-ngenalin nih yaaa Vy ckckck" goda Echa dengan sedikit senggolan pada lengan Navy yang kuning langsat.

"Dia kapten basket SMA Kencana. Itu loh Cha, SMA yang beda 2 gang sama sekolah kita. Ya ampun Cha kalo kamu lihat sendiri pasti kamu klepek-klepek deh. Apalagi pas dia ng-shoot 3 point, Cool ! Kamu sih gaikutan waktu turnamen basket sabtu kemarin. Nyesel kan ga liat dia deh ! Haha" Navy bercerita antusias penuh semangat yang membara.

"Haha maaf, Vy. oalnya mendadak aku harus jemput Papaku yang baru balik dari Aussie. Kan kamu tahu sendiri, dari dulu aku tinggal sama Mama sampai akhirnya Mama mutusin balik ke Paris dan ngajak aku trus aku sempet di Paris selama SMP. Dan sejak aku balik ke Indonesia, Papa malah lagi dinas di Aussie. Jadi pas tahu Papa ke Indonesia ya aku sempetin jemput dan bela-belain ga jadi ikutan nonton turnamen deh." cerita singkat Echa mengenai kisah hidupnya.

"Oh gitu, Cha. Pantesan kamu dadakan banget ngebatalinnya. Wah ada oleh-oleh dong nih buat aku dari Om Ben. Hehehe" tanya Navy sembari mengerdipkan kedua matanya manja.

"Of course ! For my dearest bestfriend. Papa-Mamaku kan udah hafal banget sama kamu, apalagi warna kesukaanmu yang kayak warna janda itu. Hahahhahahaaha. Udah kayak anak sendiri deh kamu di keluargaku." jelas Echa diakhiri dengan pelukannya pada sahabatnya tersayang itu.

to be continued...

Kamis, 03 November 2011

SSC Part 1

"Carressa !!!!!" pekik seseorang dari kejauhan yang membuat Echa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indahnya. Nampak dari kejauhan gadis berkacamata dengan rambut sebahu yang diikat kuda melambai-lambaikan tangannya, seraya berjalan menuju kearahnya.

"Ada apa sih, Vy?" tanya Echa dengan tampang kesal karena harus mengalihkan pandangannya ketika Navy tiba dihadapannya.

Navy cemberut ketika tahu sahabatnya sepertinya merasa terganggu akan kehadirannya disana. "Ga apa-apa, aku kan mau curhat Cha. Aku nyari kamu dari tadi di sekolah. Pulang sekolah malah langsung ng-loyor aja kamunya."

"Oh ga apa-apa, aku lagi cari udara seger sekalian pemandangan indah menyegarkan mata hehehe" tawa Echa seraya berdiri dari tempat ia terduduk manis 15 menit yang lalu. Kemudian Echa pun mengajak Navy untuk segera mengikutinya pulang ke rumahnya, agar Navy dapat lebih leluasa untuk curhat dengannya.

Sebelum ia berjalan pulang, Echa menyempatkan melirik terakhir kalinya ke arah pemandangan indahnya. Sambil tersenyum dan berjanji dalam hati bahwa ia akan selalu ada disana setiap lelaki pujaannya berlatih basket di taman itu. Seakan-akan itu adalah tempat taman impiannya.

to be continued...

Kamis, 27 Oktober 2011

Semanis Setoples Coklat

Gumpalan-gumpalan coklat berbentuk hati dengan bungkusnya yang warna-warni tersusun rapi didalam sebuah toples berpita merah muda. Toples itu berada erat pada lingkaran tangan seorang gadis kecil.

Echa, gadis berambut ikal-kecoklatan blasteran Perancis-Sunda yang duduk di bangku kelas 1 SMA di sekolah elite kawasan Menteng, Mulia Pertiwi International School sedang asyik berjalan menyusuri taman area komplek rumahnya sepulangnya ia dari sekolah. Seperti biasanya ia duduk di bangku taman yang terletak di sudut taman dan mengarahkan pandangannya ke area lapangan basket. Disana nampak lelaki berperawakan Indonesia yang selisih 2 tahun umurnya dengan Echa. Echa menatapi lekat lelaki itu dengan semakin mempererat genggaman toplesnya.

Avel, cowok berambut hitam tipis yang duduk di bangku kelas 3 SMA sekolah swasta yang terletak di kawasan Menteng, SMA Kencana bermandikan keringat dengan terus men-drible bola basketnya. Setiap sore sepulang sekolah, ia selalu menyempatkan dirinya untuk bermain basket, olahraga favoritenya. Ia tidak menyadari bahwa ada mata yang terus mengamatinya di sudut taman tersebut.

Echa dan Avel merupakan anak-anak komplek Griya Swakarya yang terletak di kawasan Menteng tak jauh dari sekolah mereka masing-masing. Echa sudah memendam rasanya terhadap Avel sejak ia pindah ke Indonesia 3 bulan yang lalu. Saat ia berjalan menyusuri komplek rumahnya sepulang sekolah.

Avel merupakan cowok populer di sekolahnya karena ia kapten tim basket sekolah tersebut. Banyak gadis-gadis sekolahnya yang tertarik dan berusaha menarik perhatian Avel. Namun Avel terlalu cuek, kaku, dan tidak sensitif terhadap usaha para gadis tersebut. Dan Avel pun menyadari sifatnya, kemudian berpikir untuk memilih gadis yang pantas untuk menjadi pasangannya.

Konflik-konflik pun terjadi silih berganti pada kehidupan Echa dan Avel. Dapatkah mereka melalui rintangan demi rintangan? Akankah perasaan Echa terhadap Avel akan terbalaskan? Siapakah yang akan dipilih Avel untuk menjadi pasangannya? Mungkinkah Echa-Avel dapat bersatu menjadi pasangan sejati?

Senin, 24 Oktober 2011

Kau (Shadow)

Kulelah akan penantianku padamu
Terlalu lama kau buatku menunggu
Namun tak ada kepastian


Kucoba beralih cari penggantimu
Jalani kisah yang baru bersama dengannya
Namun hampa terasa


Kau bayang-bayang hidupku
Meski ku t'lah bersamanya
Kau selalu hadir dalam setiap langkahku
Meski tak seharusnya


Shadow.. shadow.. shadow.. shadow.. shadow
You shadow my life (2x)


by: Mayang

Minggu, 23 Oktober 2011

YOU

Learn from each other 


From the stories that made me know the various characteristic of people
I learn a lot from you !
Since 1,5 years ago
When we meet up for the first time


I'll always be there for you
And i know, you too

Maybe it just as bro-sist now
And nobody knows what the next happens


I'm happy to know you
Close to you
And be a part of your life

Minggu, 11 September 2011

SIMFONI 2011

SIMFONI 2011
venue: FEB UGM
8th-10th September 2011

I love being PEMANDU
it's so meaningful
meets many people with a different attitudes

My group is 30 (Maluku)
Partner: Ahmat Sahri (Sahri)
Members:
1.   Yuning
2.   Tri
3.   Lila
4.   Donny
5.   Doddy
6.   Andryan
7.   Mala
8.   Eilin
9.   Ali
10. Nobse
11. Vita
12. Ayu
13. Saudia
14. Nindya
15. Putri
16. Fikar


Many memories 
Beautiful memories
Live a life ! Bravo 30 !




Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada

Senin, 05 September 2011

Before The Day part 1

Selasa, 6 September 2011
Technical Meeting Simfoni 2011
at FEB UGM
08.00-12.00(estimasi)

I'm so excited to meet my group
30-MALUKU

Next,
Perkenalan IMAGAMA dan Kepala Jurusan
at FEB UGM
13.00-15.00

Okay, i'm proud to be a part of this organization
IMAGAMA !

Minggu, 28 Agustus 2011

Accident

yesterday, it's so worst day ever
menyebalkan !

1. Nyerempet tembok pas mau parkir mobil
2. Dimarahin gara2 bunga bakung mama patah, katanya salah cara nyiramnya --"

Pokoknya complicated and the worst day !

hopes today must be better than yesterday


Senin, 08 Agustus 2011

Kehidupan

Tidak ada pertemuan yang abadi
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Dan setiap perpisahan pasti meninggalkan kenangan

Kenangan itu memang tak selalu indah
Namun tak selalu buruk pula
Keduanya pasti memiliki perannya sendiri
Dan akhirnya kembali pada diri sendiri untuk menyikapinya

Manusia itu pasti memiliki impian
Ada yang berjuang untuk meraihnya
Ada yang pergi berlalu dan membiarkan impiannya
Dan ada pula yang hanya diam dan menyimpannya sendiri

Impian..
Pertemuan..
Perpisahan..
Dan kenangan..

Senin, 27 Juni 2011

Result KRS SP 2010/2011

SEDIH ! PARAAAAAHHHHH !!!!!!!!!!!
ARRRGGGHHHH bete sangat !
KRS aku gagal.

Rencana awal mau ambil:
Akuntansi Pengantar 1 : Choirunnisa Arifa
Bisnis Pengantar : Teguh Budiarto
Matematika Ekonomi 1 : Christiana Suparmi

Hasil akhirnya ambil :
Bisnis Pengantar : Risa Virgosita
Matematika Ekonomi 1 : Wahyu Widayat

Ya Allah aku sudah sangat pasrah pada-Mu, walaupun aku ga dapet dosen yang diinginkan, semoga dengan dosen yang ini pun aku dapat memperbaiki nilaiku.
Semoga menjadi nilai A semua ya Allah kabulkanlah doaku. Amin

KRS SP 2010/2011

whooooaaaaa whaaattt a hectic day !!!
Monday, 27th June 2011
Aku lagi akan KRS untuk SP pertamaku nih
Aku harap KRSku ini sukses
Wish me luck !!!
Amin ya rabbal alamin
Bismillah!

Minggu, 26 Juni 2011

Lebih Indah

Minggu, 26 Juni 2011
At Ambarrukmo Plaza Hall A 2nd Floor
Live Performance by ADERA


aku seneng nih. ga sia-sia lari-lari dari parkiran trus nanya customer service dan akhirnya mendengarkan "Lebih Indah" live performance by ADERA. Dapet cd+ttd dan foto bareng juga. Nih aku lampirin foto cdnya sama foto barengnya juga yaaaa













Dan pas balik kos, aaa senengnya mentionan sama ADERA di twitter. Dia minta fotonya juga :))
Buat para fansnya follow nih @ADERA_ega atau buka webnya di www.adera-online.com
Info lengkap bgt di webnya.
Follow aku juga boleh loohhh @mayangpf




It's wonderful night
Thanks,

Kamis, 05 Mei 2011

Dilema Cinta

Hidup itu aneh
Kadang apa yang kita rasa benar belum tentu benar
Dan kadang apa yang terlihat salah itu benar
Kita tak akan pernah tahu
Sulit untuk memahami hidup

Begitu pula cinta
Kita tak akan pernah tahu kapan datangnya
Pada siapa dan mengapa
Cinta memang bukan untuk dimengerti ataupun dipahami
Tapi cinta untuk dirasakan keberadaannya
Tanpa cinta, kita tak akan pernah tahu indah tidaknya hidup

Mengapa sulit untuk merasakan hadirnya cinta
Pada siapapun, sulit ditebak
Kadang kita merasa "that's right man"
But it's not easy and simple like that
Kadang kita merasa "No, bukan dia"
But heartbeat isn't same like that

Cinta itu membingungkan
Karena itulah seninya cinta
Walau kita tak mungkin bermain cinta
But just enjoy it and feel it

Kita tak akan pernah mengerti mengapa cinta pada seseorang
Mengapa apa yang kita katakan tak sesuai dengan apa yang kita rasakan
It just because you afraid to accepted that
Apa yang harus dilakukan? I don't know

Nikmatilah perasaan berdebar-debar
Perasaan rindu, sabar, dan rela berkorban
Rasa yang tak cukup dengan untaian kata-kata
Because of love, life is live and wonderful

Jangan takut untuk mengakui cinta
Setakut apapun itu, lakukanlah yang terbaik untuknya
Karena cinta bukan mengharap untuk menerima tapi untuk memberi
Cause love will find a way