Tiga bulan kemudian...
Kompetisi basket antarSMA se-DKI Jakarta berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan. Navy sangat antusias untuk menyaksikan acara yang digelar meriah setiap tahunnya ini, terlebih pacar yang sangat diidam-idamkannya akan bertanding hari ini. Tak lupa Navy mengajak sahabat tersayangnya, Echa untuk ikut bersamanya. Karena sudah sejak sebulan yang lalu, tepatnya awal Navy mengakhiri masa jomblonya, dia sudah berjanji pada Echa untuk mengenalkan pacarnya ke dia.
"Aduh rame banget nih Nav, kita duduk dimana yaaa?" ucap Echa setengah berteriak karena suasana arena yang ramai sekali, sambil celingukan mencari kursi kosong untuknya dan Navy.
"Hmm, tenang Cha. Aku udah booking tempat kok untuk kita dari kemarin. Hehehe. Tuh disana !" jawab Navy dengan nyengir kudanya sambil menunjuk ke arah bangku yang berada sangat strategis untuk menyaksikan pertandingan hari itu.
Pertandingan basket pun dimulai, kedua tim mulai memasuki lapangan. Hari ini akan bertanding SMA Kencana melawan SMA Pelita Jaya, begitulah ucapan komentator yang terdengar oleh Echa. Suara riuh sorak-sorai penonton menambah semangat acara pertandingan yang akan berlangsung.
Betapa kagetnya Echa saat melihat lelaki idamannya yang selalu bermain basket di lapangan taman komplek rumahnya, yang sudah 6 bulan ini dia amati melalui sudut bangku taman di taman itu, kini memasuki arena pertandingan basket yang akan dia tonton.
Echa mengamati dengan seksama pertandingan basket itu terutama memperhatikan gerak permainan lelaki idamannya seperti yang ia lakukan setiap sore selama 6 bulan ini di taman komplek rumahnya. Tanpa menghiraukan celotehan sahabatnya yang sedang kasmaran disebelahnya.
Tak terasa sudah 4 kuarter dan pertandingan pun usai. Echa segera tersadar dari tatapan terpakunya ketika lelaki idamannya sudah pergi berjalan memasuki backstage lapangan tersebut. Echa pun menoleh pada Navy yang tampak terlihat lelah, sepertinya dia kehabisan tenaga karena selama pertandingan Navy terlalu bersemangat menyemangati pacarnya yang sedang bermain.
"Cha, yuk aku kenalin sama pacarku. Dia masih di backstage kok katanya, sekalian nyelamatin kemenangan dia. hehehehe" ajak Navy sambil menarik tangan sahabatnya dengan senyum sumringah diakhir ajakannya.
Mereka pun berjalan menuju backstage dan terhenti pada salah satu pintu ruangan yang masih tertutup rapat. Dan mereka berdua memutuskan untuk menunggu diluar ruangan tersebut saja, karena kemungkinan tim basket yang ada didalam ruangan tersebut sedang melakukan briefing.
Echa lebih memilih duduk di bangku coklat yang berada disamping pintu ruangan tersebut, sambil menatap layar hpnya dan menekan-nekan tombol seadanya, yang sangat menyiratkan bahwa dia bosan menunggu. Sedangkan Navy lebih memilih berdiri bersandar pada dinding yang menghadap langsung kearah pintu ruangan tersebut.
Tak lama kemudian, semua pemain tim basket SMA Kencana keluar dari ruangan tersebut namun pria yang ditunggu-tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya. Setelah sekitar 10 menit dari keluarnya semua pemain tadi, barulah sang kapten tim basket SMA Kencana keluar dari ruangan tersebut dan langsung disambut senyuman, ucapan selamat, dan pelukan hangat dari kekasihnya, Navy, yang sedari tadi menunggunya diluar ruangan tersebut.
Echa yang masih sibuk dengan hpnya, tidak menyadari bahwa orang daritadi mereka tunggu sudah datang. Sampai akhirnya suara Navy memecah kesibukannya akan hpnya. Dan menoleh kearah Navy sembari mengantongkan kembali hpnya di saku jeansnya.
"Nih Cha, kenalin pacarku Carvell Mediantama tapi biasa dipanggil Avel, Kapten tim basket SMA Kencana. Yang udah sejak 3 bulan lalu aku ceritain sama kamu terus itu Cha hehehe." ucap Navy pada Echa dengan bangganya dan senyuman termanisnya. Dan kemudian Navy memperkenalkan sahabatnya pada Avel.
"Nah sayang, ini sahabat aku dari kecil, Carressa Hadiwinata tapi biasa dipanggil Echa, dia satu sekolah sama aku tapi kayaknya sekomplek sama kamu deh. Dia baru 6 bulan yang lalu balik lagi ke Indonesia, setelah namatin SMPnya di Perancis. Tapi sebelumnya dia sempat di Indonesia dari lahir sampai kelas 3 SD, makanya aku udah kenal banget Echa dari dulu." ucap Navy menjelaskan tentang sahabatnya ke pacar tersayangnya.
"Hai, aku Avel." ucap Avel singkat dengan senyumannya yang mempesona sambil menjulurkan tangannya.
"Hai juga, aku Echa." ucap Echa masih agak shock melihat kenyataan ini dengan senyuman yang berusaha sekuat tenaga ia lakukan sambil menjabat juluran tangan Avel, tangan yang selama ini ia dambakan untuk digenggam.
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar