Di ruangan bernuansa pink-maroon dengan satu sisi dindingnya bertempelkan wallpaper bergambar eiffel tower dan sisi dinding sebrangnya berhiaskan foto dirinya yang berukuran cukup besar. Serta banyak sekali teddy-bear dengan berbagai macam warna dan motif bajuya tersusun rapi didalam sebuah lemari putih yang berada pada sudut ruangan tersebut. Ruangan ini sangat mengesakan girly-nya sang pemilik ruangan indah ini.
Diatas sebuah tempat tidur yang bernuansakan white-pink, nampak dua orang gadis dengan tawanya yang riang menikmati sore hari dengan obrolan renyah khas remaja masa kini. Sesekali Echa nampak memain-mainkan rambut ikalnya yang dibiarkannya tergerai begitu saja. Sedangkan Navy sibuk menggoyangkan jemarinya membolak-balikkan halaman majalah fashion remaja terkini, sembari sesekali menunjukkan jariya jikalau ia melihat dress yang menarik perhatiannya.
Echa memulai menarik Navy ke topik pembicaraan disaat Navy mengajaknya untuk curhat dan mengharuskannya meninggalkan taman impiannya, meninggalkan pemandangan lelaki dambaannya.
"Vy, tadi katanya mau curhat. Mau curhat apa sih? Tadi nariknya ga santai gitu hahaha" tanya Echa menelisik seperti polisi menginterogasi tawanannya.
"Hehehe.. gini Cha. Heemmm.. Gimana yaaa? Bingung nih mau mulai darimana?" ucap Navy grogi sembari menggaruk-garukkan tangan ke kepalanya yang padahal tampak tak gatal sama sekali.
"Gausah canggung gitulah, Vy. Kayak baru kenal aja. Kita kan udah temenan dari SD, masih malu-malu aja kayak gitu mau curhat doang. Hahahahahahaa" ucap Echa diiringi dengan tawanya yang berusaha mencairkan kekakuan suasana dan mengembalikan ke suasana santai sebelum dimulainya topik menggrogikan ini.
"Hmm.. sebenarnya aku mau cerita tentang seorang cowok. Ganteeeeeeennnnggg banget aaahh pokoknya idaman wanita gitu deh, Cha" cerita Navy sembari menyunggingkan senyuman tersipu-sipu dengan sesekali mengumbarkan tawa dan teriakan histeris genitnya.
"Ciyeee Navy siapa tuh? Ketemu dimana? Waaah ga ngenal-ngenalin nih yaaa Vy ckckck" goda Echa dengan sedikit senggolan pada lengan Navy yang kuning langsat.
"Dia kapten basket SMA Kencana. Itu loh Cha, SMA yang beda 2 gang sama sekolah kita. Ya ampun Cha kalo kamu lihat sendiri pasti kamu klepek-klepek deh. Apalagi pas dia ng-shoot 3 point, Cool ! Kamu sih gaikutan waktu turnamen basket sabtu kemarin. Nyesel kan ga liat dia deh ! Haha" Navy bercerita antusias penuh semangat yang membara.
"Haha maaf, Vy. oalnya mendadak aku harus jemput Papaku yang baru balik dari Aussie. Kan kamu tahu sendiri, dari dulu aku tinggal sama Mama sampai akhirnya Mama mutusin balik ke Paris dan ngajak aku trus aku sempet di Paris selama SMP. Dan sejak aku balik ke Indonesia, Papa malah lagi dinas di Aussie. Jadi pas tahu Papa ke Indonesia ya aku sempetin jemput dan bela-belain ga jadi ikutan nonton turnamen deh." cerita singkat Echa mengenai kisah hidupnya.
"Oh gitu, Cha. Pantesan kamu dadakan banget ngebatalinnya. Wah ada oleh-oleh dong nih buat aku dari Om Ben. Hehehe" tanya Navy sembari mengerdipkan kedua matanya manja.
"Of course ! For my dearest bestfriend. Papa-Mamaku kan udah hafal banget sama kamu, apalagi warna kesukaanmu yang kayak warna janda itu. Hahahhahahaaha. Udah kayak anak sendiri deh kamu di keluargaku." jelas Echa diakhiri dengan pelukannya pada sahabatnya tersayang itu.
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar