Paris...
Pagi yang cerah namun tak sama seperti saat Echa berada di Jakarta. Ia mulai bersiap-siap untuk memulai aktivitas barunya. Ya, Kuliah.
Dengan memoles bibirnya dengan lipbalm serta ditimpali lipgloss tipis. Ia pun menarik tote bag navy bluenya dan segera bergegas menuju stasiun Metro yang terdekat dari rumahnya yaitu Metro de Paris Jalur 7.
Echa bertempat tinggal di kawasan La Courneuve dengan rumah putih minimalis dua tingkat yang berisikan 3 kamar tidur dengan tiap kamar mandi didalamnya, dapur yang tidak terpisah dengan dining room, garage, family room dengan perapian mini yang siap menghangatkan di kala winter tiba dan sebuah taman menawan di halaman belakang dengan gazebo yang terletak di sudut taman. Spot yang merupakan tempat favorit bagi Echa, terlebih taman ini nampak cantik di malam hari dengan hiasan lampu warna-warni dan bintang yang bertaburan di langit.
Saat berjalan santai sore kemarin, tidak sengaja Echa bertemu dengan Avel yang baru keluar dari gedung apartemennya. Ternyata apartemen Avel juga terletak di kawasan La Courneuve tepatnya 3 blok dari kawasan perumahan Echa. Mereka pun berbincang-bincang penuh keakraban melebihi saat mereka berbincang-bincang di pesawat minggu lalu. Sejak saat itu mereka sering berangkat dan pulang kuliah bersama karena tujuan mereka yang sama.
Tours Campus...
"Hey, Careesa" ucap wanita asli Parisian ini dengan melambaikan tangannya ke arah Echa.
Felice, wanita asli keturunan Perancis yang nampak tinggi langsing seperti model-model yang beberapa kali dilihat Echa pada acara Paris Fashion Week di channel FashionTV. Namun yang ini bukanlah model Parisian, Felice adalah orang yang dikenalnya saat melakukan registrasi ulang 3 hari yang lalu.
"Hey, Felice" jawab Echa sekenanya saja. Maklum Echa tidak terlalu banyak bicara dengan orang yang baru dikenalnya.
"Hey, qui est-il?" tanya Felice saat melihat pria yang berdiri tegap disamping Echa saat ini.
"Oh, son nom est Carvel. Il est l'eleve d'etudes collegiales en trop ici. Meme avec nous." jelas Echa pada Felice yang nampaknya tertarik dengan keindahan fisik Avel.
Ya, Avel memang tak seperti pria Indonesia kebanyakan. Tubuhnya tinggi atletis yang menurut Echa maklum karena Avel adalah pebasket semasa SMA-nya dan sudah gemar bermain basket sejak kecil yang diketahui Echa saat berbincang-bincang selama perjalanannya ke Paris. Dan ternyata Avel memiliki keturunan Perancis juga dari kakek dari ayahnya. Avel mengerti bahasa Perancis karena selama SMP dia sempat tinggal dengan kakeknya yang sehari-hari berkomunikasi dengan Bahasa Perancis saat orangtuanya dinas ke Rusia.
"Hey, ravi de vous recontrer." sapa Avel dengan memberikan senyumannya yang menawan yang selalu membuat kaum hawa meleleh.
Kemudian mereka bertiga berbincang-bincang bersama karena ternyata mereka pun ditempatkan di kelas yang sama pada hari itu.
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar